1775064462
Loading...

BRAND GARDENER

Semua orang adalah BRAND GARDENER

Pertama kali mencari buku ini di Gramedia Pandanaran, saya kaget karena buku berwarna kuning ini diletakkan bersamaan dengan Buku-buku marketing, dan buku motivational seperti Kubik Leadership karya Jamil Azzaini.

Mulanya sih saya memang menganggap buku ini buku pemasar, karena ada tulisan Marketing.Tapi setelah membaca at glance, saya baru tahu kalau ini bukunya pakar periklanan. Sangat beruntung bisa membelinya, dan buku ini sangat cocok bagi praktisi periklanan ataupun seseorang yang hanya mengamati iklan seperti saya.

BRAND GARDENER, book review, buku, marketing, Handoko Hendroyono,  buku periklanan

Mari Berkebun
Memasuki awal halaman, kamu akan dihadapkan pengantar dari para praktisi periklanan Indonesia. Ketika membacanya saya cenderung menganggap bahwa pengantarnya terlalu sulit untuk dicerna orang awam. Bahasa yang digunakan adalah bahasa ScriptWriter yang memang pandai membujuk. Namanya juga orang iklan. Pembujukan adalah niscaya. ;D

Namun jangan berkecil hati. Ketika membaca isinya, kamu seperti diajak di sebuah kebun  yang indah dan damai. Kemudian diberikan segenggam benih dan kamu dibebaskan untuk menanamnya di lahan luas. 

Jadi kita dilatih untuk menyemai, membersihkan hama, atau bisa juga dilatih menghilangkan stress dengan cara menyiramnya. Kemudian usaha yang kamu lakukan dengan tulus tadi, walhasil akan mendapatkan buah (baca: BRAND) untuk diri kamu sendiri.

Tahukah siapakah yang mengajakmu untuk Berkebun Brand tadi?
Dialah Handoko Hendroyono yang menyebut dirinya sebagai Creative Storyteller dan tentunya pengarang buku ini -BRAND GARDENER-


Isi dari buku ini masih tentang periklanan. Kritik besar tentang iklan yang terlalu berjarak dengan manusia mulai dijawab perlahan di buku setebal 342 halaman ini. Secara beruntun lahir gagasan-gagasan baru yang mencoba melekatkan iklan pada kehidupan nyata.

Kita sebagai konsumen TV mulai membuat poisisi kaku terhadap iklan yang tidak mengindahkan kelenturan sosial. Bagi mereka (orang iklan) yang penting membuat karya kreatif, selesai pengerjaan dan mendapat Fee, syukur-syukur menang award. Namun dengan membaca buku ini, kamu akan menemukan bahwa iklan haruslah dirancang sedemikian rupa selayaknya sebuah cerita yang baik, enak didengar, kabar yang layak diikuti dan obrolan bareng yang menarik.


Nah...contoh ini sudah mulai masuk di dunia perfilman kita. Tahukan... ketika melihat film tiba-tiba ada aja merek yang nongol dari piranti artis. 

Sangat menarik bila membahasnya. Buku ini dibagi menjadi 9 cerita (bab) diantaranya No Comfort zone, No Party Idiot Required, suicide Is Nor Recomended, Size does Matter. Di setiap pergantian cerita, kamu akan menemukan ilustrasi yang asik ber-backgroud hijau.

Selain Pak Handoko, buku ini juga terselip tulisan para pakar yang memang sudah nge-brand dengan personal masing-masing. Sebutlah Yoris Sebastian pengarang buku Creative Junkies, Ainun Chomsun (Founder Akademi Berbagi), Angga Sasongko (Sutradara film Hari Untuk Amanda), dan terakhir Singgih Kartono (Founder Radio Magno).

Wuih..kerenkan?....
Membaca buku ini, bakal dipertemukan banyak cerita dari creative thinker. Seperti menebar satu benih, eh..tumbuhnya beberapa jenis. Bahasa yang digunakan cukup mudah dicerna, karena seperti cerita yang mengalir begitu saja dari keseharian penulis. Namun tulisanya itu lho...tetap orang iklan banget.

#Okesip sudah mulai penasaran kah?...
Silakan beranjak ke toko buku terdekat.
Nantikan book review berikutnya ya... :D

BOOK REVIEW 9137315539271238830

Post a Comment

emo-but-icon

Home item

DON'T MISS IT

FREE NEWSLETTER

Berlangganan Artikel Via Email 100% GRATIS