1775064462
Loading...

CROWD

Kalau dulu saya mengenal Marketing hanyalah sebatas orang berjualan keliling (sales), ternyata itu tidaklah benar. Beberapa tahun pikiran secara sadar mengartikan sesuatu yang salah. Dan ternyata Marketing itu memang beda.

Kalau pernah membaca buku karangan Hermawan Kartajaya, yang menyebut dirinya Sang Kyai Marketing, pemahaman kita tentang Marketing akan semakin menarik. Coba saja telusuri di MarkPlus. Mereka selalu mengkaji dan menulusuri, sehingga tercipta konsep-konsep yang baru sesuai jaman.

buku crowd yuswohady, Yuswohadi, Marketeer, marketing, socmed, review buku

Bahkan Marketing tidak hanya teknik pemasaran saja. Bidang yang selalu menggunakan otak kanan, Branding, Advertising, juga terjaring di ranah ini. apalagi jaman sekarang yang tidak asing dengan web technologies seperti blog, vblog, tags, chat, Facebook, Twitter... wuihh dunia marketing tentunya makin merajalela dong...

Tentunya oleh para Pemasar, piranti tersebut menjadikan potensi konsumen untuk berkomunikasi, dan berkomunitas. Tentunya semakin mudah pula pembelajaran dalam hal produk tersampaikan ke pelanggan.

Who's The Author?...
Yuswohadi. Ya dialah pengarang buku "Crowd" ini selama kurun waktu selama belasan tahun keonsen di bidang marketing setidaknya telah menulis lebih dari 40 buku. Belasan tahun itu pula bersama Hermawan Kartajaya menjadi konsultan pemasaran di MarkPlus & Co yang terkenal itu.

Ternyata dia juga seorang blogger lho? 
Kalau mau merambah ke tulisan dan pemikiranya silakan saja nge-klik di yuswohady.com. Kalau sudah membacanya orang yang awam seperti saya pun akan asyik terbawa suasana di arus tulisanya. Di blognya tidak hanya membahas tentang pemasaran namun juga Branding Strategy, Consumer Insight, Corporate Strategy, CSR, Internet  Marketing, Leadership in Marketing. so, jangan lupa mampir kesana. 

Marketing Becomes Horizontal
Nah disinalah titik pusat dari buku setebal 424 halaman ini. Kalau pernah membaca buku New Wave Marketing, pastinya tidak begitu kaget melihat isinya yang hampir sama. Pembedakan hanyalah New Wave Marketing yang bersifat strategic, sedangkan "Crowd" lebih membumi dengan kata lain enjoy sekali dalam memahami marketing lewat buku ini.

Yang menjadikan saya tertarik adalah formula yang diciptakan oleh Yuswohady. formula itu adalah E= wMC². Dalam penjabaranaya, formula ini di ambial dari peran konsumen yang sekarang bermetamorfosis dan menjadi makhluk yang berkelompok, berinteraksi intens satu sama lain. 

Ketika kelompok mulai berubah, pemasar juga harus berubah haluan untuk mengubah strategi baru sehingga kesuksesan suatu produk juga teraih. 

Lebih jelasnya tentang E= wMC², dimana E= Energi marketing. wM= Word of Mouth atau rekomendasi pelanggan dan C²= customer community baik offline maupun online.

Bingung?
Abaikan rumus ini tapi lihatlah penjelasanya saja...
Bahwa suatu energi marketing yang dahsyat akan didapatkan jika menggabungkan kekuatan dua elemen penting pemasaran masa depan yaitu word of mouth (sering disebut "evangelism" atau net promoter) dan komunitas pelanggan.  

Buku ini direkomendasikan buat para netter yang bergerak dalam online business. Didalamnya terdapat banyak studi kasus brand-brand terkenal dalam memanjakan pelangganya lewat media digital. 

Tapi sayangnya karena ditulis sekitar tahun 2008. Jadi brand yang dikupas agak jadul tapi tetep jadi legenda kok. Semoga saja penulis, mulai re-write lagi dengan kasus yang lebih kekinian, seperti revolusi Pedas Mak Icih, AKber, BloodforID, atau bisnis maupun komunitas yang mendunia berkat digital media.

So... jangan tutup mata dengan sales marketing yak!
See ya...!
Semoga bermanfaat....

BOOK REVIEW 2553310363190788227

Post a Comment

  1. meski saya seorang pedagang dan penggemar tulisan Pak Hermawan, masalah marketing yang berawasan seperti itu masih belum saya pahami dengan baik, karena pemikiran saya masih terpengaruh konsep perdagangan semi tradisional. maka saya pun harus bergerak dengan belajar apa sebenarnya konsep marketing kekinian yang bisa diterapkan di lapak semi tradisional.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo pasar semi tradisional lebih baiknya pake Word of mouth (getok tular) itu lebih cocok kayaknya Pakies :)

      Delete
  2. memang benar mas, dunia marketing telah bermetaformosis sesuai dengan jamannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali Mas anton. Tentunya kita tidak bisa tutup mata dengan marketing :)

      Delete
  3. kapan ya aku beli bukunya paman whiz? haha.. akhirnya posting jugaa setelah beribu2 tahun lamanya menunggu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah vectornya dipasang lagi... :)

      Delete
    2. Alhamdulillah sudah bisa posting. semoga bisa terus nge-blog :)

      Delete
  4. kapan yah saya bisa review bukunya om Whiz ? - http://goiq.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Iya khan Wid, mending pakek komentar blogspot. Lebih orijinal karena bawaan google otomatis lebih meyakinkan. Alhamdulillaah komen dari discuss nggak ilang yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yak bener... kemarin disqusku ndak nongol jadi nguprek ke kont default

      Delete
  6. Thanks for finally writing about > "CROWD" < Loved it!

    My web blog; negligence claims

    ReplyDelete
  7. I woսld like to commend you on yoսr excellent blog pɑge.
    You have seriously made a point of utilizing informative facts that may bee supported
    with several other resߋսrces, unlike somje of your other blog owners
    that don't do their reseаrch propеrlʏ.

    Also visіt my ƅlog post eliquid ()

    ReplyDelete
  8. jadi pingin baca bukunya, e=wMC . . keren juga rumusannya

    ReplyDelete

emo-but-icon

Home item

DON'T MISS IT

FREE NEWSLETTER

Berlangganan Artikel Via Email 100% GRATIS