1775064462
Loading...

BOOTH EXHIBITION : LARISSA AESTHETIC CENTER

Bangun di tengah malam kok tiba-tiba ingin menulis cerita kerjaan di masa lampau. Boleh dibilang posting kali ini merupakan tips membuat desain booth atau orang awam biasa menyebutnya stan pameran.

Sekitar tahun 2011-2012 pernah menjadi 3D Visualizer salah satu Event Organizer di Semarang. Membuat desain 3D Booth Exhibition ini merupakan santapan sehari-hari. Membuat sketsa, ukuran dan konsep. Dibayangkan aja mumet setengah mati. Tapi kok asik-asik saja waktu itu.

Kalau bingung apa itu 3D Booth Exhibition, ada juga yang menyebutnya sebagai desain booth dan stan pameran. Kalau sebutan lebih internasional yaitu: booth display, interior booth, design exhibition serta exhibition booth layout. Banyak juga ya sebutanya. Lebih gampang lagi, tempat yang digunakan untuk memamerkan produk saat di pameran itulah booth exhibition.

Baca Juga: Booth Exhibition Itu Apa?

Situasi kerjaan dulu sangat santai sekali, namanya EO ya bekerjanya waktu jelang acara. Tapi kalau menjelang acara mau masuk hari H, kecepatan kerjaanya mirip cerita Roro Jonggrang. Kerjaan jadi dalam semalam. Untungnya saya dulu kuliah hapal dengan sistem kebut semalam. Haha


stand pameran, desain stand pameran, cara membuat booth, cara membuat stand pameran, cara membuat pameran, contoh desain stand pameran, cara membuat pameran menarik, bahan membuat pameran. contoh booth, desain untuk pameran, contoh pameran deain produk, stand yang menarik, cara membuat stand yang menarik, design stand pameran, layout pameran handphone, material pembuat booth stand outdoor, membuat pameran, kiat sukses expo, isi stand pameran yang baik, design pameran outdoor, design booth outdoor, desain ruang pameran,

Kali ini bercerita tentang pembuatan 3D Booth Exhibition-nya Larissa Aesthetic Center Semarang. Karena klien kala itu kerjaanya di bidang kecantikan, saya wajib dong mengenal lebih dalam tentang apa itu kecantikan, tren kecantikan, fisiologi kecantikan, market kecantikan dan banyak lagi tentang idiom-idiom kecantikan.

PENUH KONSEP 
Mengerjakan desain booth exhibition ini merupakan kerjaan yang menantang. Di setiap aspek kita benar-benar harus teliti karena kesalahan perhitungan di setiap centimeter akan menjadikan tak beraturan. Ya namanya juga gambar 3D, kan mencerminkan skala dari obyek sebenarnya. 

Dalam mengerjakan Booth Larissa, saya didatangkan 2 orang yang ahli dalam bisnis kecantikan. Tak tanggung-tanggung seorang manajer event dan dokter kecantikan dari Larissa. Obrolanya seputar kecantikan sampai detail ukuran mebeuler yang dipakai. Ingat ya detailnya sampai per-centimeter ya? Pusing kan?

Karena ini tugas dan membawa eksistensi perusahaan, ya tetep selesai juga. Semalam jadi layout, modeller 3D sampai render dengan semangat gropyokan. 


desain layout pameran, tips membuat booth, contoh stand expo, membuat tempat pameran, tips menghias stand pameran, nama stand menarik, nama stand yang bagus, nama tema pameran yang bagus, pameran desain produk, rumah stand pameran, stand pameran mobil, bgaiman membuat display yang menarik, cara bikin booth menarik, cara membuat pameran dengan mudah, cara membuat satand pameran yang menarik pembeli, cara membuat stand yang baik untuk pameran

Spesifikasinya sebenarnya sederhana dengan ukuran kira 8X5 meter. Sebagai pembatas antar booth-tenant (peserta pameran) dibuat dinding setinggi 2 meter. Supaya tidak kosong diisi dengan info produk dan visual identity Larissa. Sekiranya orang datang pertama kali ya melihat dinding itu. 

Karena sifatnya booth adalah ruang pamer, dibuatkan semacam rak display dengan varian tinggi ada 1-1,5 meter. Disitu ditempatkan semacam produk-produk kecantikan dari Larissa. Dilengkapi kursi dan meja sebagai media tunggu dan bertemunya para marketing dan calon pelanggan. Fungsi dari setiap ruangan benar-benar dimanfaatkan penuh.

Baca Juga: Desain Grafis Sebagai Alat Visual Marketing

"Don't Be sales, Be Consultant" kayaknya dicampur penuh oleh Larissa saat itu. Di pojokan depan booth diberikan ruang panjang 2X2 meter, cukup untuk konsultasi seorang dokter dan pasien. Demi kenyamanan saat konsultasi ditambahi beberapa tanaman. It's look Chozzy. Biar calon kustomer betah katanya.

Di depan ruang konsultasi digunakan loket untuk pembayaran transaksi. Asiknya lagi karena bentuknya agak membulat jadi dibelakangnya dibuat gudang kecil untuk menaruh produk dan kamar ganti karyawan atau SPG. 

Booth Exhibiton, stand Pamran, Venue Pameran. Larissa Aesthetic Center, Larissa.co.id

Nah, jadilah booth exhibiton yang ramah terhadap calon pelanggan. Alhamdulillah pada waktu event banyak sekali produk yang terjual dan peningkatan kustomer baru. Kerja keras EO dan team Larissa membuahkan hasil.

Sebenarnya dalam mengikuti event, tenant tidak terlalu memikirkan penjualan. Karena event hanya sebagai pengenalan brand kepada kustomer. Sehingga kustomer aware terhadap brand. Tugas selanjutnya mendidik kustomer untuk memanfaatkan citra brand sebagai produk kecantikan pilihan. 

Baca Juga: The Art Of Urban Sketching

Apa tidak mubadzir booth exhibiton Larissa digunakan dalam satu event saja? Oh tentu tidak. Booth yang dibuat sifatnya knock-down mebeuler jadi bisa digunakan di area ukuran kecil dengan mengurangi bagian yang tidak digunakan.

Nah, kalau harga pembuatan booth kira-kira berapa?
Ada yang tahu? atau mau bikin Booth Exhibition?

Fokus dalam mengaktualisasikan visi kreatif brand kustomer adalah Goal dari WHIZIME.
Jika Anda tertarik dengan layanan kami, feel free untuk menghubungi langsung melalui contact atau email di whizisme@gmail.com
ARTWORK STORIES 9200791591181097862

Post a Comment

  1. Ngedisain yang kayak gini juga harus tau tata letak Interior itu gimana ya mas. :)
    Btw, kuliah nya dimana dulu mas? DKV kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Fariz sebenarnya ini termasuk interior lho tapi di ranah Interior Pameran. Hampir sama penempatan mebeulernya :)
      Kalo saya dulu kuliah di IAIN ambil ekonomi Syariah. Belajar gini bisa dari buku dan komunitas kok

      Delete
  2. Hehehe kenapa yak ilmu cerita roro jonggrang menebar dimana-mana, sayapun dulu seringnya sepert itu. Anehnya, justru dengan tenggat waktu yang sngat memet justru seringkali mendatangkan ide yang lebih cemerlang.
    Mengkosep terlebih dahulu merupakan perencanaan yang tepat dalam membuat desgn. Kalo nggak, ehm pasti mumet masang ini masang itu mindah ini mindah itu ujung ujung ada yang nggak terpakai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilmu Kepepet Pakies.
      Makin kepepet kreativitas dipaksa muncul.
      Jadilah maka terjaddilah... crink :D

      Delete
  3. Kerjaan kyk gtu malah bikin pinter ya mas...lha mau gak mau khan harus belajar ngonsep sesuai tema dari klien ya...wess mantap lah, mugo2 tambah sukses..Aku pengin belajar koyo ngono kok gak iso2 yo mas? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngonsepnya memang bikin cenut-cenut mas. Alhamdulillah sebanding dg hasil.

      Belajar sing disuka aja, biar makin yahudh...

      Delete
  4. wah keren ki...
    mesti mumet yoan nek deadline koyo ngono, opo neh 3d :3..
    btw, dirimu go aplikasi opo mas nggo gawe koyo ngene ki?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pool mumetnya.
      Aplikasinya pake 3DsMax Menk

      Delete
  5. Dan sejak bekerja di sini, dirimu sibuuuuuuk banget sampe teman2mu pada kangen tuh mas. Banyak yg curhatnya malah sama aku, mereka nanya kabarmu hahahaha...

    Dan ternyata cita citamu sudah tercapai khan sekarang.. Tidak bekerja lama lama sama orang haha.. Syukurlah deh yaaa..

    ReplyDelete
  6. wiih,...gini to proses design ruang pameran. penuh detail, dan keliatan rumit. sesuai dengan hasil yg memuaskan yaa bray...keren ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mvak Cii beginilah kerhaan dan mumetnya bukan kepalang :)

      Delete
  7. Waaah..., salut banget sama Mas Wijaya, belajar kayak gini tidak di kampus formal, hanya lewat buku dan komunitas. Mantap, Mas (y) Sungguh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pagi Ustadz Azzzet... hehe kalo belajar dan sungguh2 Inshalloh bisa (seperti KAt aPak Azzet) :)

      Delete
  8. apik mas.. aku ajariii....

    ReplyDelete
    Replies
    1. gimana nih cara belajarnya, kalo anonim hihi

      Delete
  9. wah menghabiskan biaya berapa ya untuk booth seperti itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sampi 50-100 jt tergantung bahan yg digunakan

      Delete
  10. Dulu kerjaan gw dikantor konseptor nya aja, trus ada yg bagian desain nya. Sempet pingin belajar 3D tapi kayak nya ribet banget :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena udah lama, aku sekarang jadi konseptor juga mas....

      Delete
  11. Levelnya tinggi, Mas. Bner2 harus fresh tuh kalau sdg ngeDesain.

    Suses buatmu, Mas. :)

    ReplyDelete
  12. rancanganya kudu super presisi ya mas, mleset dikit aja bisa rubah semua, hehehe

    ReplyDelete
  13. Sekarang banyak kerjaan yang harus dikerjakan dalam semalam. Jadi mikir ternyata sistem kebut semalam itu ternyata ada hikmahnya, hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Roro Jonggrang masih tetep ada di cerita kerja2 :D

      Delete
  14. pas sudah jadi keren, padahal saat liat sketsanya ga karuan.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe ya waktu sketsa plus mumet jadi ndaknkaruan

      Delete

emo-but-icon

Home item

DON'T MISS IT

FREE NEWSLETTER

Berlangganan Artikel Via Email 100% GRATIS