1775064462
Loading...

BELAJAR DIGITAL MARKETING DARI SYAFIQ PONTOH

Sekarang yang namanya desainer grafis semakin banyak jumlahnya. Ada yang benar-benar belajar dari kampus atau masuk di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) atau yang abal-abal seperti saya. Belajar desain melalui komunitas. 

digital marketing adalah, digital marketing agency, digital marketing apa, digital marketing for dummies pdf, digital marketing free, digital marketing google, digital marketing google indonesia, digital marketing guru, digital marketing hotel, digital marketing id, digital marketing indonesia, digital marketing itu apa, digital marketing job description, digital marketing kaskus, digital marketing konsep, digital marketing kursus, digital marketing learning, digital marketing logo, digital marketing manager adalah, digital marketing menurut para ahli, i media digital marketing, kursus i digital marketing,
Digital Marketing by shutterstock

Tren digital yang semakin visual juga ikut menaikan buzz profesi ini. Kebutuhan desain seperti desain logo, desain web, infografis, visual identity semakin nge-hitss juga. Walhasil jasa desain grafis online juga meningkat.

Namanya juga bisnis, di suatu sisi demand banyak belum tentu para pemain juga servive di dunia desain. Banyak curhatan dan pertanyaan dari desainer pemula yang mengeluhkan susahnya mencari klien via online.

Baca Juga: Mengenal Software Para Desainer Grafis

Bisa jadi mereka hanya iku-ikutan, karena renyahnya income desainer online. Mungkin juga ingin menjajal kemampuan software grafis mereka (padahal desain grafis tidak hanya main software saja) atau biar tidak kelihatan nganggur. Haha...

Apalagi kalau dilihat sekilas bekerja online nampak lebih mudah dan menghemat tenaga. Bisa bekerja dimana saja dan kapan saja.  Asal ketersediaan koneksi internet yang lancar jaya membuat kerjaan pun semakin mulus juga. 

Memang benar sih asik banget, tapi itu enaknya. Mereka belum tau kalau usaha digital maupun online effortnya juga sama dengan usaha offline. Bahkan resikonya juga banyak. Begadang menerima chat klien, list email, membuat konten blog, pembayaran ngaret. Tapi Alhamdulillah semua bisa teratasi kalau memang benar-benar tekun mengelolanya.

Beralih ke orang yang bisa desain tadi. Kebanyakan mereka ahli dalam bidang craftmanship. Namun lupa atau belum belajar dengan digital marketing jadi agak kesusahan me-monetize. Skill meraka keren, dalam artian bisa menciptakan produk yang bagus dan layak jual. Namun apa dikata kalau banyak yang meragukan kemampuan lain mereka dalam hal penjualan.

"Halah, ngapain belajar marketing, kan sudah ada marketernya... "
Yak bener juga sih kalau kamu bekerja di inhouse designer, graphic boutique atau seacam agensi desain gitu. Tapi apa tidak mau mencari penghasilan dan pengalaman yang seru handle klien dengan brandmu sendiri?

Baca Juga: Menciptakan Personal Brandmu

Terus ngapain dong kalau karya-karya yang keren tadi kamu upload di behance, deviantart, creativemarket dan sebangsanya. Sebenarnya yang kamu lakukan saat memajang desain via online termasuk bagian dari usaha digital marketing juga. 

Saya sendiri termasuk senang sekali belajar denga digital marketing. Keinginan saya desain yang saya bangun dengan brand Whizisme ini bisa menjadikan karya yang lebih luas. 

Desainer yang memiliki sense of marketing akan membuat value plus-plus. Pencampuran antar desain dan marketing bisa menjangkau calob klien yang lebih luas. Semakin banyak projek, semakin banyak pula teman seprofesimu yang bisa kamu ajak berkolaborasi. 

Nah, itulah kenapa Whizisme sekarang layanan desainya menjadi lebih luas, melayani animasi arsitektural, 3D desain, infografis. Tidak hanya melayani visual identity seperti logo perusahaan saja. Untuk itu belajar digital marketing bagi saya adalah keharusan.
 
Baca Juga: Sharing Visual Marketing Bersama IC UNISBANK Semarang

Tulisan tadi sebenernya merupakan preface saja dalam membuka pikiran para desainer untuk bermarketing ria dalam ranah digital. Tidak menutup kemungkinan setelah belajar digital marketing bisa menawarkan produk-produk turunan lain dari desain  kita.

Apalagi ditambah skill komunikasi visual kamu, akan semakin mantap dalam menawarkan produk atau jasa orang lain kan?
Untuk itu baik juga kiranya kalau mulai menambah insight tentang Digital Marketing dari slide Syafiq Pontoh ini. 

Semoga bermanfaat... 


Slideshow milik Bank Central Asia
THINK 8162183421044253294

Post a Comment

  1. Mbok aku diajari suhuuuu :D

    ReplyDelete
  2. Hehe merasa tersindir karena sy salah satu dari orang yg suka mendesain tp cuma buat hiasan saja. Alasannya sih ya karena kurang percaya diri pada hasil desain.
    Makasih udah share :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah kalau kaka sitalisius ini nampaknya perlu belajar cara meningkatkan percaya diri, hahaha

      Delete
  3. Mantabs brother... Makasih ilmunya.. :D

    ReplyDelete
  4. Lha ini.... Pas bgt! Lagi anjlok krn marketingku (aku sndri) kurang oke.

    ReplyDelete
  5. bagian agak sulit buat saya adalah menentukan karakter unik diri sendiri. :|

    ReplyDelete
  6. Beuuuh kang Whiz, kerjo online memang bisa kerja di cafe kayak aku. Tapi tapi tapi, menjawba pertanyaan klien satu persatu memang melelahkan. Mungkin musti merekrut customer service yg untuk menghandle percakapan.

    AH tapi itu ntar dulu deh. Aku masih bisa menghandlenya sendiri. haha.

    Oh iya, aku pernah dicritani temen yg mesen vector di facebook yg karyanya DEWA banget! Tapi apa kenyataannya, dia sepi order. Soalnya temenku yg mesen itu langsung dilayani saat itu juga (siang) dan jadi sorenya.

    Lah, karya sebagus itu kok sepi order???

    Berati memang belum menguasai marketing. Upload karya yg bagus cuma biar dapat pujian doang. Padahal eman-eman.

    Atau mungkin dia sudah kaya raya ya?

    ReplyDelete
  7. wah sia sia donk cuma bisa desain tapi ndak bisa bikin desain visual, brand dll.....kalau bisa diajarin ....suhu....

    ReplyDelete

emo-but-icon

Home item

DON'T MISS IT

FREE NEWSLETTER

Berlangganan Artikel Via Email 100% GRATIS